Rabu, 26 Desember 2012

0

Daftar Harga Sepatu Basket

Daftar harga Sepatu Basket :

Dalam Negeri :

Yonex White Gold          Harga:Rp 290.000

Reebok White Blue         Harga:Rp 240.000

Reebok White Silver       Harga:Rp 240.000

Reebok White Pink         Harga:Rp 240.000


Adidas White Blue         Harga:Rp 200.000

Head White                Harga:Rp 230.000

Nike White Blue           Harga:Rp 220.000

Nike White Red            Harga:Rp 220.000

Nike Gray                 Harga:Rp 220.000

Mizuno White Blue         Harga:Rp 230.000

Reebok Black              Harga:Rp 240.000

Produk Impor :

Nike Hyperdunk 2010 Men's basket ball shoes        Harga: $125

Nike Hyperdunk 2010 (Team) Men's basket ball shoes Harga: $125

Nike Zoom Kobe V (Team) Men's                      Harga: $130

Nike Zoom HyperFuse Low Men's                      Harga: $90

Nike Zoom HyperFuse Low (Hollywood) Men's          Harga: $90

Nike Zoom HyperFuse Low (East LA) Men's            Harga: $90

Nike Zoom LeBron Soldier IV (Team) Men's           Harga: $110

Nike Huarache 2K4iD Men's                          Harga: $165

Nike Zoom Kobe VI iD Men's                         Harga: $165

Nike Zoom KD III iD Men's                          Harga: $135

Nike Shox Pro (Team) Men's                         Harga: $110

Nike LeBron AirMax 8 V2 Men's                      Harga: $160

Biodata Michael  Jordan
Bernama lengkap Michael Jeffrey Jordan (lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, 17 Februari 1963; umur 46 tahun) adalah pemain bola basket profesional asal Amerika. Ia merupakan pemain terkenal di dunia dalam cabang olahraga itu. Setidaknya, enam kali merebut kejuaraan NBA bersama kelompok Chicago Bulls (1991-1993, 1996-1998). Ia memiliki tinggi badan 198 cm dan merebut gelar pemain terbaik.Ia mulai berkarier di NBA pada 1984 dan bergabung dengan klub Chicago Bulls hingga 1998. Selama kariernya, ia telah mengoleksi enam gelar juara dan lima kali ditunjuk sebagai MVP reguler.

Pemilik nama terkenal Air Jordan ini pensiun dari dunia basket pada 2003 setelah dua tahun bergabung dengan Washington Wizards. Setelah itu, ia menjadi pengusaha. Selain tercatat sebagai pemilik Bobcats, Jordan sibuk dengan bisnis properti.
Kehidupan Pada tahun 1985, ia bertemu dengan Juanita Vanoy dan menikah pada tanggal 2 September 1989 di Little White Chapel (Las Vegas). Dari pernikahan mereka lahir tiga anak, yaitu Jeffrey, Marcus, dan Jasmine. Mereka bercerai setelah 17 tahun mempertahankan pernikahannya. Bahkan, keduanya sama-sama mengaku sudah tinggal terpisah sejak Februari 2006. Puncaknya terjadi pada tahun 2002. Ketika itu, ia mengaku bahwa dirinya membayar Karla Knafel sebesar US$ 250 ribu untuk menjaga kerahasiaan hubungan. Knafel mengatakan bahwa Jordan menyebut pernikahannya sebagai "hubungan bisnis".
Mendengar hal itu, Juanita langsung mengajukan tuntutan cerai dan meminta separo dari total kekayaannya yang disebut mencapai US$ 400 juta (sekitar Rp 3,6 triliun). Juanita juga menuntut kepemilikan rumah mewah dan hak asuh ketiga anak. Jordan kemudian bekerja keras menyelamatkan bahtera rumah tangganya. Sebulan kemudian, Juanita membatalkan tuntutannya.
Sejak Februari 2006, Juanita tinggal di Highland Park (Illionis), sedang Jordan di pusat Chicago. Akhirnya, keduanya memutuskan berpisah dan berbagi aset sekaligus hak asuh anak. Sidang perceraian berlangsung di Lake County, Amerika Serikat.

Dimaz Muharri
adalah pemain NBL Indonesia yang bermain untuk CLS Knight Surabaya. Dia lahir di Binjai, 17 September 1985. Tinggi badannya 181 cm dan berat badannya 70 kg. Karena perempuan pada suka sama Dimaz, saya akan menampilkan foto-fotonya.. hhe (biar banyak juga yang ngunjungin ). Foto-fotonya dari facebook.






CLS Rekrut Center Baru


CLS Knights Good Day Surabaya mengalami kehilangan besar menjelang seri I Speedy NBL Indonesia 2012–2013 di Bandung pada 24 November–2 Desember mendatang. Pemain yang diplot sebagai center utama Dwi Haryoko dipastikan absen sepanjang musim ini.

Dwi mengalami cedera parah, yakni patah tulang betis (fibula) ka nan. Cedera itu didapatkan saat kapten baru CLS tersebut salah mendarat karena bertabrakan dengan power forward Pelita Jaya Esia Jakarta Ponsianus Nyoman Indrawan di final preseason tournament (21/10).

Absennya Dwi membuat manajemen CLS bergerak cepat. General Manager CLS Risdianto Roeslan lantas merekrut center bertinggi 205 sentimeter Riky Somantri. Selama dua musim NBL Indonesia, nama Riky memang tak pernah terdengar. Namun, pemain 27 tahun tersebut pernah memperkuat Garuda Bandung dan Satria Muda Britama Jakarta.

Bos CLS Christopher Tanuwidjaja memercayakan perekrutan Riky sepenuhnya kepada Risdi –panggilan Risdianto Roeslan. Namun, Itop –panggilan Christopher Tanuwidjaja– mengatakan bahwa Riky mungkin tidak banyak bermain pada seri I.

Sebab, kondisi fisiknya belum siap untuk bertarung di kasta tertinggi basket nasional ini. ''Konsentrasi kami sekarang adalah membenahi kondisi fisiknya. Mungkin di seri II dia akan lebih siap,'' ucap Itop kemarin.
Selain menambah pemain, CLS memperkuat komposisi di staf kepelatihan. CLS merekrut asisten pelatih baru asal Filipina yang bernama Mari Visrael Ramos Valencia. Tugas mantan asisten pelatih Pure foods di Liga Profesional Filipina (PBA) itu adalah meningkatkan individual skill pemain CLS.

Vis sangat antusias untuk memulai tugasnya bersama CLS. Selain menjadi asisten pelatih CLS, dia ditunjuk sebagai head coach juara bertahan WNBL Indonesia Surabaya Fever. (nur/c8/ang)
Story Provided by Jawa Pos

Vis Valencia, Asisten Pelatih Baru CLS Knights Surabaya
Lulusan Cambridge yang Juga Pengusaha Konstruksi
CLS Knights Surabaya memang kehilangan big man utama Dwi Haryoko. Namun, CLS mendapatkan pengganti yang tidak kalah berharga. Bukan pemain, melainkan asisten pelatih baru dari Filipina bernama Vis Valencia.
---
KEKALAHAN telak CLS Knights Surabaya dari Pelita Jaya Esia Jakarta dalam final Preseason Tournament Speedy NBL Indonesia dengan skor 79-56 pada 21 Oktober lalu di DBL Arena meninggalkan kesedihan mendalam bagi seluruh komponen tim. Kekalahan tersebut membuat jajaran manajemen, pelatih, dan pemain sadar bahwa menjadi juara di kasta tertinggi basket nasional ini sangat tidak mudah.

Kondisi semakin tidak mengenakkan karena CLS tidak akan diperkuat big man utama Dwi Haryoko. Dia cedera patah tulang fibula kanan. Sampai musim ini berakhir, Dwi belum bisa tampil.

Memang, CLS merekrut big man baru bertinggi badan 205 sentimeter Riky Somantri. Tetapi, Riky bukanlah produk siap pakai. Tiga tahun tidak bermain di level teratas membuat kemampuan Riky, terutama kondisi fisiknya, tereduksi. "Mungkin (fisik saya) masih 50 persen," kata Riky ketika ditemui saat launching CLS di GOR Kertajaya semalam (22/11).

Tanpa Dwi, setelah preseason, CLS merekrut komponen baru di staf kepelatihan. Namanya, Mari Visrael Ramos Valencia. Vis -panggilannya- berasal dari Manila, Filipina. Pelatih CLS saat ini Eduard Santos Vergeire mengajak pria kelahiran 1 Agustus 1980 tersebut untuk bergabung.

Tugas Vis di CLS adalah meningkatkan skill individual para pemain. Meski masih muda, Vis sejatinya sudah makan asam garam di dunia kepelatihan Filipina. Salah satunya, menjadi asisten pelatih di Pure Foods, anggota liga paling elite di Filipina PBA. Vis juga pernah menjadi pelatih kepala Adamson University yang berkompetisi di liga universitas paling bergengsi Filipina, UAAP.

Coach Dong -panggilan Eduard Santos Vergeire- mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Vis. Dia menyebutkan, setidaknya ada dua pemainnya yang berkembang sangat pesat. Yakni Herman "Wewe" Lo dan Tony Agus.

"Wewe sekarang sangat agresif, sedangkan Tony tidak hanya mampu menembak tiga angka. Permainan post up-nya juga berkembang. Dwi memang tak tergantikan. Namun, keduanya mungkin bisa menutup lubang itu," ucap Coach Dong.

Vis mengatakan sangat terkesan dengan spirit pemain-pemain CLS. Dia menuturkan, program latihannya direspons dengan sangat baik oleh pemain.

Vis sendiri sangat menyukai tantangan. Karena itulah, saat Coach Dong mengajaknya ke Surabaya, dia langsung mengiyakan. Apalagi musim basket di Filipina masih off.

Tugas Vis di Surabaya tidak hanya membantu CLS. Dia juga menjadi pelatih kepala Surabaya Emdee Fever, juara bertahan WNBL Indonesia. "Saya ingin membantu Coach Dong untuk mengeluarkan semua potensi pemain. Nyatanya, pemain CLS sangat pandai. Mereka amat potensial," paparnya.

Sejatinya basket bukan satu-satunya dunia Vis. Sebelumnya, pada 1998-2001, dia kuliah jurusan ekonomi di salah satu universitas paling top dunia, University of Cambridge, Inggris. Untuk menyalurkan ilmunya, di Filipina Vis menjalankan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi.

"Ada partner yang menjalankannya, jadi saya tidak khawatir. Sekarang fokus saya basket," ucap Vis lantas tersenyum.

Di CLS dan Fever, Vis berjanji memberikan yang terbaik. Dia pun ingin membantu dua tim kebanggaan Surabaya itu untuk menjadi juara musim ini . (*/c13/ang)
Story Provided by Jawa Pos

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Diposkan oleh CLS Knights Basketball di 23:08 Tidak ada komentar:
CLS Antiklimaks, PJ Juara


Pertandingan CLS Knights Good Day Surabaya melawan Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta di DBL Arena tadi malam memang “hanya” final Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2012. Namun, bagaimana atmosfer pertandingan dan kengototan kedua tim untuk merebut kemenangan, membuat laga yang disaksikan sekitar 5.000 penonton itu layaknya grand final saja. Melalui perjuangan keras, PJ akhirnya keluar sebagai juara dengan kemenangan 79-56.

Kekalahan CLS dengan marjin jauh 23 poin cukup mengejutkan. Sebab sehari sebelumnya, CLS justru tampil gila menghentikan Dell Aspac Jakarta. Aspac adalah tim yang mengalahkan PJ pada fase penyisihan grup melalui overtime.

Tanda-tanda kemenangan PJ sudah tampak dari awal pertandingan saat tembakan shooter-shooter berkali-kali masuk. Pada kuarter pertama saja, Andy ”Batam” Poedjakesuma sudah memasukkan tiga dari empat tembakan tiga angka. Pada 10 menit pertama pertandingan, batam sudah menyumbangkan sebelas poin untuk membawa PJ unggul 26-10.

Selanjutnya, tidak sekali pun CLS menyalip perolehan poin PJ. Fans CLS yang mendominasi DBL Arena pun mulai terdiam di tengah pertandingan.

Beban CLS memang berat dalam laga kemarin. Selain menghadapi permainan PJ yang super prima, CLS kehilangan Dwi Haryoko saat kuarter kedua masih menyisakan delapan menit lebih.
Dwi mengalami cedera patah tulang betis kanan karena salah jatuh akibat bertabrakan dengan forward PJ Ponsianus Nyoman Indrawan. Dwi pun langsung dilarikan ke rumah sakit.

Tanpa Dwi, pertahanan CLS makin mudah ditembus. CLS semakin sulit bangkit karena shooter mereka juga melempem. Sampai kuarter ketiga, CLS tidak sekalipun mampu mencetak poin dari 13 kali percobaan tembakan tiga angka. Secara keseluruhan, field goal CLS sangat rendah, hanya 28 persen. Sedangkan prosentase tiga poinnya hanya mencapai 10 persen.

”Saya tidak tahu apa yang terjadi. Banyak sekali kesempatan, tapi tidak masuk. Ada apa dengan ringnya? Dengan field goal seperti itu, bagaimana kami bisa menang,” kata pelatih CLS Eduard ”Dong” Santos Vergeire.

”Kehilangan Dwi juga berpengaruh besar. Dia adalah pemain penting kami. Kekalahan ini akan membuat kami bekerja lebih keras untuk menghadapi musim reguler nanti,” imbuh pelatih asal Filipina tersebut.
Merebut gelar juara untuk kali pertama di ajang NBL membuat PJ larut dalam suka cita. Beberapa pemain bahkan menangis menahan rasa haru. Batam dan Ary Chandra, bintang kemenangan PJ dengan sumbangan 23 dan 24 poin, menjadi salah satu pemain paling bahagia.

”Sudah lama kami tidak bermain di final. Empat tahun terakhir, baru kali ini saya juara. Namun, kami bermain lepas, nggak ada beban. Just play saja. Kemenangan ini adalah jasa besar coach Nath yang memberikan motivasi besar pada pemain,” kata Batam.

Sementara itu, Coach Nath tidak kalah girang dengan kemenangan itu. Namun, bagi dia, kemenangan kemarin hanyalah awal dari perjalanan panjang PJ untuk meraih gelar demi gelar di NBL Indonesia.

Setelah memutus rantai selalu mentok di semifinal, Coach Nath yakin PJ akan menjadi juara. ”Hari ini, Tuhan menakdirkan PJ menang. Anak-anak enjoy bermain dan lebih termotivasi untuk menang,” kata pelatih kelahiran Filipina berkebangsaan Amerika Serikat tersebut.

Setelah Preseason Tournament, NBL Indonesia memasuki musim reguler yang dimulai di Seri I Bandung pada 24 November sampai 2 Desember mendatang. Kalau preseason tournament saja sudah demikian seru, musim reguler bahkan championship series nanti akan makin seru.

Sumber : nblindonesia.com (Jawapos Group)

Diposkan oleh CLS Knights Basketball di 23:05 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Jumat, 12 Oktober 2012
Target Pertahankan Gelar




Optimis tinggi di usung oleh pasukan CLS Knights Good Day Surabaya dalam turnamen Pre Season NBL Indonesia 2012.  Masuknya pelatih baru di tambah dengan 3 pemain baru yang memiliki jam terbang tinggi, menambah optimis tim kebanggan kota Surabaya ini.  Apalagi, tahun lalu, CLS berhasil menjadi juara di turnamen Preseason.

"Untuk Musim turnamen Preseason ini, targetnya tentu mengulang kembali momen tahun lalu yaitu menjadi Juara", Ungkap Operational Manajer baru CLS Knights, Mulyohadi Soesilo.

Kedatangan Dian Heryadi yang di rekrut dari Muba Hangtuah untuk mengantikan posisi Agustinus Indrajaya yang memutuskan pensiun, menjadi nilai plus lainnya.  "Dian adalah center yang menjanjikan.  Kalau saya analisis, kelemahan kami selama ini berkaitan dengan Rebound.  saya kira Dian bisa mengemban tugas sebagai rebounder penting CLS," Pendapat Coach Dong Vergeire, lewat NBLIndonesia.com.

Selain itu, kehadiran dua rookie yang berpengalaman di level Libama Nasional juga memiliki peranan penting dalam kekuatan CLS.  Wisnu yang berposisi sebagai point guard di proyeksi melapisi PG utama, Dimaz Muhhari.  Sedangkan Andrian Bintoro yang berposisi di Small Foward punya peranan penting mengantarkan UBAYA (Universitas Surabaya) menjadi Runner-up di level LIBAMA.

Masuknya tiga pemain baru itu akan menambah daya gempur dari pasukan CLS Knights, di tambah dengan sentuhan pelatih asing asal Philipina, Eduard "DONG" Vergeire yang menerapkan motode Korean Style, Cepat dan Taktis.  karakter itu sangat cocok di terapkan dalam CLS, seperti yang di terapkan oleh Wan Amran dua tahun silam bersama CLS.  Hasilnya sudah terbukti ampun. 

Dengan Kombinasi Pelatih dan pemain baru, pencapaian musim lalu di turnamen preseason bukan hal mustahil untuk di ulangi lagi.  Dan ini Ujian pertama bagi coach Dong Vergeire di kompetisi basket profesional Indonesia. 

Good Luck CLS Knights Good Day.

(rntj)

Jadwal  Pertandingan CLS Knights di Pre-Season Turnamen Speedy NBL Indonesia 2012 :

Diposkan oleh CLS Knights Basketball di 03:57 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Selasa, 25 September 2012
Kehilangan Indra, CLS Dapatkan Pengganti Sepadan


CLS Knights Siap Tempur di NBL Indonesia 2012-2013

Menghadapi Pre-Season Tournament 2012 dan Season 2012 / 2013 NBL Indonesia, Tim CLS Knights Good Day melakukan beberapa perubahan yang cukup signifikan.
Perubahan pertama yang dilakukan adalah pada posisi General Manager (GM), yang mana mantan Pelatih Kepala CLS Knights di musim lalu, Bpk. Risdianto Roeslan, mengisi posisi GM ini. Beliau juga merangkap posisi GM untuk Tim Surabaya Fever,  yang juga berada di bawah Manajemen yang sama dengan CLS Knights.

Dengan kosongnya posisi Pelatih Kepala yang ditinggalkan oleh Bpk. Risdianto Roeslan, CLS Knights merekrut Mr. Eduard Vergeire dari Filipina untuk mengisi Jabatan tersebut.
Coach Eduard Vergeire adalah mantan Pelatih Nasional Filipina di era akhir tahun 90an.

Di sisi Pemain, CLS Knights kehilangan Agustinus Indrajaya, yang telah memutuskan untuk pensiun dini, karena kondisi orang tuanya yang sudah sakit-sakitan sehingga mengharuskan dia untuk segera melanjutkan usaha keluarganya.  Tanpa Indra, posisi Big Man CLS Knights menjadi cukup rawan,  dan untuk menutupi kendala itu Manajemen melakukan deal trade Pemain yang mengirimkan Elia Bukit ke Hangtuah Sumsel dan mendatangkan Dian Heryadi ke CLS Knights.

Dian Heryadi diharapkan bukan sekedar dapat mengisi kekosongan dengan hilangnya Indrajaya, tapi juga menjadi motor di posisi Big Man bagi CLS Knights.  Dua musim terakhir bersama MUBA Hangtuah, Dian Heryadi menunjukan performa yang sangat impresif, 2x berturut - turut menjadi All Star NBL, bahkan meraih penghargaan sebagai Rebounder terbaik 2 musim lalu.  Di musim lalu Dian Heryadi juga sangat produktif dan masih terdaftar sebagai salah satu Big Man terbaik di NBL Indonesia.

Selain Dian Heryadi, CLS Knights juga mengontrak 2 orang Rookie , A.A. Ngurah Wisnu Saputra dan Adrian Bintoro dari Universitas Surabaya (UBAYA).

Diposkan oleh CLS Knights Basketball di 07:02 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Senin, 24 September 2012
CLS Peringkat Keempat Phuket Open

CLS Knights Surabaya mendapatkan modal bagus menjelang Preseason Tournament Speedy NBL Indonesia 2012 di DBL Arena, Surabaya, pada 13–21 Oktober mendatang. Pada laga pemanasan di TOA Thailand Open Championship 2012 di Phuket, CLS berhasil menempati posisi keempat.

Dalam laga perebutan peringkat ketiga kemarin (22/9), Dimaz Muharri dkk kalah oleh tim tuan rumah PEA dengan skor 76-93. CLS berhasil melaju ke babak empat besar dengan meraih dua kemenangan. Masing-masing atas tim Australia Postnet Gators (84-74) dan Brunei CS Cold Storage (89-57).
Sebelumnya, pada babak penyisihan, CLS kalah tiga kali. Yaitu melawan Rising Star (Thailand), United Teams (Amerika Serikat), dan PEA (Thailand).

’’Saya tidak ikut ke Thailand. Namun, dari laporan yang saya terima, permainan kami berkembang. Pemain juga puas dengan pelatih dan asistennya. Chemistry juga mulai terbentuk,’’ kata Bos CLS Christopher Tanuwidjaja kemarin.

Itop –panggilan Christopher Tanuwidjaja– menambahkan, kalah tiga kali bukan hasil yang buruk. Sebab, dua tim Thailand diperkuat masing-masing dua pemain asing asal AS.

Di antara enam kontestan, hanya CLS, Brunei CS, dan United Teams yang tidak diperkuat pemain asing. Bahkan, tim Australia menyewa jasa pemain dari AS. ’’Bisa mendekati level tim-tim tersebut, saya kira, cukup bagus. Sebab, tim tuan rumah habis-habisan. Terutama untuk mengimpor pemain asing,’’ imbuh Itop.

General Manajer CLS Risdianto Roeslan menambahkan, kehadiran pelatih asal Filipina Edward ”Dong” Santos Vergeire dan asistennya, Reonel Parado, sejauh ini bisa mengangkat performa CLS. Sebanyak 12 pemain yang dibawa ke Thailand, ucap Risdi, tampil cukup bagus dalam enam pertandingan.

Ambil contoh shooting guard Jeffry Bong yang tak cukup bagus musim lalu, ternyata, bisa tampil baik. Saat CLS mengalahkan Brunei, Jeffry menjadi top scorer dengan 20 poin. Hebatnya, 18 poin dicetak dalam 5 menit di kuarter empat.

’’Dari pengalaman, sistem yang diterapkan, dan kemampuan adaptasi, Coach Dong cukup bagus. Hasil ini, saya kira, menjadi modal bagus menjelang preseason tournament,’’ tegas Risdi. (nur/c13/ang)

Source : NBLINDONESIA.COM
Diposkan oleh CLS Knights Basketball di 22:19 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Rabu, 29 Agustus 2012
CLS Rekrut Mantan Pelatih Timnas Filipina


Tim basket kebanggaan publik Surabaya,CLS Knights, terus melakukan pembenahan untuk menghadapi Speedy NBL Indonesia musim 2012-2013.Juara Preseason Tournament NBL Indonesia 2011-2012 itu telah secara resmi merekrut pelatih baru asal Filipina Edward Santos Vergeire.

Berita tersebut disampaikan secara langsung oleh Managing Partner CLS Christopher Tanu widjaja. Edward akan menggantikan posisi pelatih CLS sebelumnya, Risdianto Roeslan, yang posisinya digeser menjadi general manager. Bergabungnya Edward ke CLS diyakini membuat Speedy NBL Indonesia musim mendatang akan berjalan semakin seru. Sebab, Edward punya track record hebat di Filipina.

Pelatih yang akrab disapa Coach Dong itu pernah membesut Timnas Filipina pada era 1990-an. Di tangannya, Timnas Filipina mampu dibawa merebut medali emas di SEA Games 1997.

”Coach Dong tipe pelatih yang mengadopsi gaya main run and gun. Style tersebut sangat cocok diterapkan dengan karakter permainan CLS yang mengandalkan kecepatan. Bergabungnya Coach Dong juga menjadi bukti keseriusan CLS untuk mengincar gelar juara di musim kompetisi 2012- 2013,” tegas Christopher.

Proses negoisasi antara Coach Dong dan CLS berlangsung cepat. Pendekatan terhadap pelatih tersebut telah dimulai setelah event NBL All-Star 2012 di Surabaya. Tak butuh waktu lama, manajemen CLS memutuskan untuk mengikat kerja sama dengan Coach Dong selama dua musim kompetisi.

Coach Dong pun tak sabar ingin segera memulai kompetisi bersama CLS. Bagi dia, ke sempatan untuk menjajal kompetisi di Indonesia merupakan impian yang telah lama ingin dia wujudkan. Surabaya bukan kota yang asing baginya. Sebab, dia per nah membawa Timnas Filipina bertanding di Kota Pahlawan di turnamen SEABA pada 1996.

”Saat ini saya berusaha untuk beradaptasi dengan karakter pemain-pemain di CLS. Tim ini punya deretan pemain dengan kemampuan spesial. Dengan materi pemain seperti itu, saya percaya tim ini mampu menjadi juara pada musim kompetisi mendatang,” tegasnya. (nay/c8/diq)

0 komentar: